BAB V SEJARAH BANI UMAYYAH
A. Bani Umayyah
B. Bani Umayyah di Damaskus
C. Bani Umayyah di Spanyol
D. Kemajuan Ilmu dan Kebudayaan
Masa pemerintahan Bani Umayyah merupakan masa keemasan umat Islam. Wilayah kekuasaannya terbentang dari India di timur, sampai di Spanyol di barat, dan seluruh daratan Afrika Utara.
Ilmu pengetahuan juga berkembang pesat pada masa itu. Banyak ilmuwan muslim yang muncul pada rentang waktu tersebut. Sejarah kebesaran umat Islam itu harus bisa dijadikan pelajaran bagi umat Islam saat ini. Umat Islam harus bisa menjada kebesaran agama Islam agar tetap ada di muka bumi.
Kompetensi Dasar
Siswa menganalisis perkembangan Islam pada masa Bani Umayyah dan mengambil manfaatnya untuk kepentingan hidup sehari – hari.
Standar Kompetensi
Siswa mampu mendeskripsikan perkembangan Islam dan hikmahnya untuk kepentingan hidup sehari – hari.
Indikator
Setelah proses pembelajaran, siswa mampu.
1. mengidentifikasi perkembangan kebudayaan Islam pada masa Bani Umayyah;
2. menguraikan manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam pada masa Bani Umayyah.
Tadarus
Surat Hūd Ayat 36 – 48
..
Mukadimah
Ilmu tarikh atau ilmu sejarah adalah ilmu yang berusaha menggali peristiwa – peristiwa masa lalu agar tidak dilupakan. Tarikh pada mulanya berarti penetapan bulan, kemudian meluas menjadi kalender dalam pengertian umum.
Faktor – faktor yang mendorong perkembangan ilmu tarikh adalah sebagai berikut.
1. Perintah Al-Qur’an untuk memperhatikan tarikh (Surat Ar-Rūm Ayat 9 dan Surat Al-Hasyr Ayat 18).
2. Al-Qur’an juga banyak menyajikan kisah – kisah yang bertujuan untuk dijadikan contoh dan pelajaran bagi umat manusia.
3. Adanya kebutuhan untuk menghimpun hadis. Penulisan hadis merupakan perintis jalan menuju perkembangan ilmu tarikh.
4. Diterbitkannya buku berjudul as-Sirah (biografi Nabi Muhammad saw) oleh para ulama hadis agar keteladanan Nabi Muhammad saw diikuti oleh umat Islam. Sejak penulisan as-Sirah inilah, penulisan tarikh dalam Islam semakin berkembang dengan pesat.
Sepeninggal Ali bin Abi Talib, khalifah terakhir Khulafaurrasyidin, kepemimpinan Islam dipegang Mu’awiyah bin Abu Sufyan dari Bani Umayyah. Mereka memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus, Suriah. Mereka juga mengubah sistem pergantian kepemimpinan dari sistem musyawarah menjadi sistem turun temurun. Semua khalifah Bani Umayyah adalah keturunan atau keluarga dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan.
A. Bani Umayyah
Nama Bani Umayyah dalam bahasa Arab berarti anak turun Umayyah, yaitu Umayyah bin Abdul Syams, salah satu pemimpin dalam kabilah suku Quraisy. Abdul Syams adalah saudara dari Hasyim, sama – sama keturunan Abdul Manaf, yang menurunkan Bani Hasyim. Dari Bani Hasyim inilah lahir Nabi Muhammad saw.
Pada masa sebelum Islam, Bani Umayyah selalu bersaing dengan Bani Hasyim. Pada waktu itu, Bani Umayyah lebih berperan dalam masyarakat Mekah. Hal itu disebabkan mereka menguasai pemerintahan dan perdagangan yang banyak bergantung kepada pengunjung Kabah. Di pihak lain, Bani Hasyim adalah orang – orang yang berekonomi sederhana.
Keadaan mulai berubah pada waktu Nabi Muhammad saw, salah seorang dari Bani Hasyim, mendapatkan wahyu Allah swt untuk mengembangkan agama Islam. Dengan berkembangnya agama Islam, Bani Umayyah merasa bahwa kekuasaan dan perekonomiannya terancam. Oleh sebab itu, mereka menjadi penentang utama dalam perjuangan Nabi Muhammad saw. Abu Sufyan bin Harb, salah satu anggota Bani Umayyah, beberapa kali menjadi pemimpin suku Quraisy Mekah dalam peperangan melawan pihak Nabi Muhammad saw.
Setelah Islam menjadi kuat dan mampu merebut Mekah, Abu Sufyan bin Harb dan pihaknya menyerah. Peristiwa itu dinamakan Fathu Makkah dan terjadi pada tahun 8 Hijriah. Akhirnya, Abu Sufyan bin Harb dan anaknya Mu’awiyah bin Abu Sufyan, sebagaimana sisa – sisa penduduk Mekah lainnya memeluk Islam. Peristiwa ini menjadi awal berperannya Bani Umayyah dalam sejarah Islam.
B. Bani Umayyah di Damaskus
1. Awal Berdirinya
Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, pemerintahan Islam dipegang oleh Abu Bakar as-Shiddiq. Pada masa itu, Bani Umayyah merasa bahwa kelas mereka di bawah kelas kaum Ansar dan Muhajirin. Hal itu disebabkan, mereka masuk Islam pada gelombang yang akhir. Untuk dapat memiliki kelas yang setingkat, mereka harus menunjukkan perjuangan mereka dalam perang membela Islam. Ketika itu, Mu’awiyah bin Abu Sufyan berjasa karena keterlibatannya dalam Perang Riddah, untuk menumpas kaum murtad.
Takrif
Perang Riddah adalah perang yang terjadi pada masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Perang ini bertujuan untuk menumpas golongan yang murtad dari agama Islam setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw.
Ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah, mereka dikirim ke Suriah untuk berperang melawan Bizantium. Atas jasanya, Yazid bin Abu Sufyan diangkat menjadi gubernur di sana.
Pada masa pemerintahan Usman bin Affan, Mu’awiyah bin Abu Sufyan diangkat menjadi gubernur di Suriah menggantikan saudaranya. Bani Umayyah juga mendapatkan ketetapan bahwa mereka menjadi penguasa di sana, sebagaimana orang Quraisy mendapatkan kekuasaan di Mekah. Hal itu juga disebabkan karena Usman bin Affan adalah salah seorang dari Bani Umayyah.
Masa pemerintahan Ali bin Abi Talib menjadi awal perpecahan umat Islam. Hal ini disebabkan oleh kematian Usman bin Affan yang terbunuh dalam suatu huru – hara. Mu’awiyah bin Abu Sufyan dari pihak Bani Umayyah merasa tidak puas dengan kebijaksanaan Khalifah Ali bin Abi Talib dalam menangani kasus pembunuhan Usman bin Affan tersebut. Oleh karena itu, Ali bin Abi Talib juga berselisih dengan Talhah, Zubair, dan Aisyah. Golongan ini merasa kecewa dengan proses pemilihan Ali bin Abi Talib sebagai khalifah. Perselisihan ini memuncak menjadi Perang Jamal. Dalam perang ini, Ali bin Ali Talib berhasil mengalahkan Talhah, Zubair, dan Aisyah.
Takrif
Perang Jamal adalah perang yang terjadi antara Khalifah Ali bin Abi Talib melawan golongan Taihah, Zubair, dan Aisyah.
Setelah berakhirnya Perang Jamal, perselisihan dengan pihak Mu’awiyah bin Abu Sufyan akhirnya meletus menjadi Perang Siffin, di perbatasan Suriah dan Irak. Sekali lagi terjadi persaingan antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim. Dalam perang itu terjadi peristiwa tahkim atau arbitrase. Akan tetapi, peristiwa ini justru memunculkan satu golongan lagi, yaitu kaum Khawarij, yaitu orang dari pihak Ali bin Abi Talib yang kecewa dengan peristiwa tahkim tersebut. Sebelum selesainya persoalan dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Ali bin Abi Talib dibunuh oleh seorang dari kaum Khawarij pada tahun 661 M.
Takrif
Perang Siffin adalah perang yang terjadi antara Khalifah Ali bin Abi Talib melawan kelompok Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Perang ini menandai pergantian kekuasaan dari Khulafaurrasyidin kepada Bani Umayyah.
Meninggalnya Ali bin Abi Talib membuat Mu’awiyah bin Abu Sufyan mengumumkan dirinya sebagainya khalifah yang baru dengan pusat di Damaskus, Suriah. Akan tetapi, Hasan bin Ali, putra Ali bin Abi Talib, tidak mau mengakuinya. Hal ini kembali menyulut pertentangan di kalangan umat Islam. Oleh karena tidak ingin menyaksikan pertentangan sesama umat Islam, akhirnya Hasan bin Ali membuat perjanjian damai dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Peristiwa penyatuan umat Islam ini dikenal amul jama’ah dan terjadi pada tahun 41 H atau 661 M.
2. Masa Pemerintahan
Mu’awiyah bin Abu Sufyan mengawali pemerintahan 90 tahun Bani Umayyah di Damaskus. Dalam peristiwa amul jama’ah yang menjadi titik awal pemerintahan Bani Umayyahh, Mu’awiyah bin Abu Sufyan membuat kesepakatan dengan Hasan bin Ali. Isi kesepakatan itu, antara lain mengenai pergantian kekuasaan yang akan diserahkan kepada musyawarah umat Islam. Umat Islam berhak menentukan siapa yang akan menjadi khalifah. Akan tetapi, Mu’awiyah bin Abu Sufyan melanggar kesepakatan itu. Ia mewariskan kekhalifahan secara turun – temurun kepada anggota Bani Umayyah. Hal inilah yang menyebabkan munculnya perlawanan dari masyarakat yang kecewa terhadapnya.
Adapun khalifah – khalifah yang memerintah pada masa Bani Umayyah adalah sebagai berikut :
|
No |
Khalifah |
Tahun |
No |
Khalifah |
Tahun |
|
1. |
Mu’awiyah bin Abu Sufyan (Mu’awiyah I) |
661-680 M |
8. |
Umar bin Abdul Aziz (Umar II) |
717-720 M |
|
2. |
Yazid bin Mu’awiyah (Yazid I) |
680-683 M |
9. |
Yazid bin Abdul Malik (Yazid II) |
720-724 M |
|
3. |
Mu’awiyah bin Yazid (Mu’awiyah II) |
683-684 M |
10. |
Hisyam bin Abdul Malik |
724-743 M |
|
4. |
Marwan bin Hakam (Marwan I) |
684-685 M |
11. |
Walid bin Yazid (al – Walid II) |
743-744 M |
|
5. |
Abdul Malik bin Marwan |
685-705 M |
12. |
Yazid bin Walid (Yazid III) |
744 M |
|
6. |
Al-Walid bin Abdul Malik (al-Malid I) |
705-715 M |
13. |
Ibrahim bin Walid |
744 M |
|
7. |
Sulaiman bin Abdul Malik |
715-717 M |
14. |
Marwan bin Muhammad (Marwan II) |
744-750 M |
Dari Damaskus, Bani Umayyah menyempurnakan perluasan Islam dengan menaklukkan seluruh Imperium Persia dan sebagian Imperium Bizantium. Pada masa Mu’awiyah bin Abu Sufyan, umat Islam dengan panglimanya Uqbah bin Nafi dan dibantu suku Barbar, Afrika Utara, mengalahkan tentara Bizantium di Afrika Utara. Mereka juga mendirikan Qairawan, di negara Maroko sekarang, sebagai pusat pemerintahan Islam di Afrika pada tahun 670 M. Ke arah timur, umat Islam menguasai Khurasan dan Afganistan. Angkatan lautnya menyerang Bizantium di Konstantinopel.
Pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, umat Islam menyeberangi sungai Oxus, menguasai daerah Balkh, Bukhara, Khawarizm, Fergana, dan Samarkand. Umat Islam juga memasuki India dan menguasai Balukistan, Sind, Punjab, dan Multan.
Penyebaran Islam dilanjutkan pada masa al-Walid bin Abdul Malik. Pada tahun 711 M, Tariq bin Ziyad menaklukkan Aljazair dan Maroko. Ia bahkan menyeberang ke Spanyol dan menguasai Kordoba, Sevilla, Elvira, dan Toledo. Sebuah gunung batu tempat di mana Tariq bin Ziyad mendarat diabadikan dengan namanya, yaitu Jabal Tariq dan sekarang termasyur dengan nama Gibraltar. Selat tempat ia menyeberang juga dinamakan Gibraltar. Sejak saat itulah Islam mulai menyebar di Eropa serta mengembangkan berbagai macam ilmu pengetahuan dari sana.
Pada masa Umar bin Abdul Azis, umat Islam menyerang Bordeaux, Poitiers, dan Tours di Prancis selatan dengan dipimpin panglimanya Abdurahhman al-Gafiqi. Pada masa itu, pulau – pulau di Laut Tengah, seperti Kepulauan Balearik, Korsika, Sardinia dan sebagian Sisilian jatuh ke tangan Islam. Dengan demikian, daerah kekuasaan Islam membentang dari Spanyol, Afrika Utara, Suriah, Palestina, Jazirah Arab, Irak, Asia Kecil, Persia, Afganistan, Pakistan, sampai ke India.
Selain perluasan wilayah, Bani Umayyah juga mencatat kemajuan di bidang sosial dan ekonomi. Kemajuan itu, antara lain pendirian dinas pos, pencetakan mata uang, dan pemunculan profesi kadi yang dilembagakan secara resmi pada masa Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Bahasa Arab dijadikan bahasa resmi pada masa Abdul Malik bin Marwan. Pembangunan panti untuk orang cacat, jalan raya, pabrik, masjid, dan gedung – gedung pemerintah dilakukan pada masa al-Walid bin Abdul Malik. Pada masa Umar bin Abdul Azis pajak diperingan, kedudukan mawali, atau orang Islam yang bukan Arab, disamakan kedudukannya dengan orang Arab. Umar bin Abdul Azis juga menjalin hubungan kembali dengan golongan Syiah, serta memberi kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadahnya.
3. Masa Kemunduran
Bibit perpecahan umat Islam mulai muncul pada tahun 680 M. Pada waktu itu, Husein bin Ali pindah dari Mekah ke Kufah atas permintaan kaum Syiah yang ada di sana. Mereka mengangkat Husein bin Ali sebagai khalifah. Hal itu memicu perselisihan dengan Khalifah Yazid bin Mu’awiyah. Pertempuran akhirnya pecah di Karbala, sebuah daerah di dekat Kufah, di mana Husein bin Ali terbunuh oleh pasukan Yazid bin Mu’awiyah. Terbunuhnya Husein bin Ali tidak memadamkan semangat kaum Syiah. Mereka kembali mengobarkan perlawanan di bawah pimpinan Mukhtar pada tahun 685 – 687 M di Kufah. Akan tetapi, Mukhtar justru terbunuh oleh Abdullah bin Zubair, yang memimpin gerakan perlawanan lainnya di Mekah dalam waktu yang sama.
Di Mekah, Abdullah bin Zubair memulai gerakan perlawanannya. Ia juga tidak mengakui kepemimpinan Yazid bin Mu’awiyah. Setelah Husein bin Ali terbunuh, ia menyatakan dirinya sebagai khalifah. Tentara Yazid bin Mu’awiyah mengepung Mekah. Namun, sebelum perang ini usai, Yazid bin Mu’awiyah meninggal dunia. Gerakan Abdullah bin Zubair baru dapat dipadamkan pada masa Khalifah Abdul Malik. Tentara Bani Umayyah yang dipimpin oleh Panglima al-Hajjaj menyerbu Mekah. Abdullah bin Zubair akhirnya terbunuh pada tahun 692 M.
Gerakan perlawanan akhirnya semakin meluas. Gerakan ini dipimpin oleh kalangan Bani Hasyim dari keturunan al-Abbas (paman Nabi Muhammad saw) yang didukung oleh kalangan Syiah dan golongan mawali. Pada masa pemerintahan Yazid bin Abdul Malik (720 – 724 M) dan Hisyam bin Abdul Malik (724 – 743 M) kedudukan kaum oposisi ini semakin menguat. Puncaknya terjadi pada tahun 750 M ketika Abu Muslim al-Khurasani, pemimpin Bani Abbasiyah berhasil menggulingkan Khalifah Marwan II. Kemenangan itu terjadi dalam sebuah pertempuran di Zab Hulu, anak Sungai Tigris di Mosul. Semua anggota keluarga Bani Umayyah terbunuh dalam peristiwa itu. Khalifah Marwan II yang melarikan diri tertangkap di Mesir dan terbunuh di sana. Satu – satunya keluarga Bani Umayyah yang berhasil lolos adalah Abdurrahman yang melarikan diri ke Spanyol. Ia meneruskan kekuasaan Bani Umayyah di sana dan terkenal dengan julukan Abdurrahman ad-Dakhil.
C. Bani Umayyah di Spanyol
Seiring dengan tumbangnya Bani Umayyah pada tahun 750 M, kekhalifahan pindah ke tangan Bani Abbasiyah. Pada tahun 755 M, Abdurrahman ad-Dakhil yang lolos dari kejaran pasukan Bani Abbasiyah masuk ke Spanyol di mana sebagian besar umat Islam di sana adalah dari Bani Umayyah. Ia kemudian mendirikan pemerintahan sendiri di sana yang terpisah dari Bagdad dan mengangkat dirinya sebagai amir.
1. Awal Berdirinya
Setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran pasukan Bani Abbasiyah, Abdurrahman akhirnya masuk ke Spanyol. Di Spanyol yang penduduknya kebanyakan dari kalangan pendukung Bani Umayyah, ia merasa aman. Ia kemudian mendirikan pemerintahannya di sana. Keberhasilannya memasuki Spanyol itulah yang membuat dirinya mendapat julukan ad-Dakhil.
2. Masa Pemerintahan
Pada masa awal pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol kondisi belum stabil. Hal itu disebabkan adanya perselisihan di kalangan umat Islam sendiri. Perselisihan itu terjadi antara suku Barbar dan suku Arab. Di dalam suku Arab sendiri terjadi perselisihan klasik antara suku Qaisy (Arab Utara) dan suku Yamani (Arab selatan). Perselisihan tersebut membuat kehidupan masyarakat dan politik pada masa itu belum stabil. Para amir sesudah itu terus mencoba mengatasi persoalan tersebut.
Adapun amir – amir Bani Umayyah yang memerintah di Spanyol adalah sebagai berikut :
|
No |
Amir |
Tahun |
No |
Amir |
Tahun |
|
1. |
Abdurrahman ad-Dakhil (Abdurrahman I) |
756-788 M |
8. |
Abdurrahman an-Nasir (Abdurrahman III) |
912-961 M |
|
2. |
Hisyam bin Abdurrahman (Hisyam I) |
788-796 M |
9. |
Hakam al-Muntasir (al-Hakam II) |
961-976 M |
|
3. |
Al-Hakam bin Hisyam (al-Hakam I) |
796-822 M |
10. 11. |
Hisyam II Muhammad II |
976-1009 M 1009-1010 M |
|
4. |
Abdurrahman al-Ausat (Abdurrahman II) |
822-852 M |
12. 13. |
Sulaiman Abdurrahman IV |
1013-1016 M 1016-1018 M |
|
5. |
Muhammad bin Abdurrahman (Muhammad I) |
852-886 M |
14. 15. |
Abdurrahman V Muhammad III |
1018-1023 M 1023-1025 M |
|
6. |
Munzir bin Muhammad |
886-888 M |
16. |
Hisyam III |
1027-1031 M |
|
7. |
Abdullah bin Muhammad |
888-912 M |
Pada masa pemerintahan Abdurrahman ad-Dakhil, masjid dan sekolah didirikan, baik di Kordoba maupun kota – kota besar lainnya. Pemerintahan Hisyam dikenal berjasa dalam menegakkan hukum Islam, sedangkan al-Hakam terkenal dengan pembaruannya dalam bidang militer. Al-Hakam adalah yang pertama memprakarsai dipergunakannya tentara bayaran di Spanyol. Abdurrahaman al-Ausat termasyur sebagai penguasa yang cinta ilmu.
Pada pertengahan abad ke-9, stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik yang bernama martyrdom. Gangguan yang lebih serius datang dari pemberontak yang mendirikan negara kota Toledo pada tahun 852 M selama 80 tahun.
Masa pemerintahan Abdurrahman an-Nasir (Abdurrahman III) menjadi puncak kejayaan Bani Umayyah di Spanyol. Bersamaan dengan itu Khalifah al-Muktadir, penguasa Bani Abbasiyah di Bagdad meninggal dunia. Dengan alasan itu, Abdurrahman an-Nasir menyatakan dirinya sebagai khalifah dengan gelar Khalifah Kordoba dan Pemimpin Yang Setia. Ia berhasil membangun Kordoba menjadi pusat budaya dan perdagangan Eropa yang besar. Kebesarannya bisa dikatakan menyaingi Bagdad sebagai pusat kekuasaan Bani Abbasiyah.
Masa kejayaan itu juga ditandai dengan beberapa bangunan bersejarah yang masih bisa disaksikan sampai sekarang. Bangunan – bangunan itu, antara lain Masjid Kordoba, Istana Ja’fariyah di Zaragoza, Tembok Toledo, Istana al-Makmun, Masjid Sevilla, dan Istana al-Hambra di Granada. Setelah masa kejayaan itu, umat Islam mengalami kemunduran.
3. Masa Kemunduran
Awal kemunduran Bani Umayyah dimulai ketika Hisyam II naik takhta pada usia 11 tahun pada tahun 976 M. Oleh karena itu, kekuasaan yang sesungguhnya ada di tangan para pejabat. Pada tahun 981 M, Khalifah menunjuk Ibnu Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan mutlak. Ia meninggal pada tahun 1002 M dan digantikan oleh adiknya yang kurang cakap. Akibatnya, kondisi negara menjadi kacau. Spanyol pun terpecah menjadi kerajaan – kerajaan itu dipimpin oleh raja – raja yang terkenal dengan sebutan Mulukut Tawa’if.
Munculnya kerajaan – kerajaan itu membuat kekuasaan Bani Umayyah hanya berada di sekitar ibukota Kordoba. Khalifah terakhir Bani Umayyah adalah Hisyam III. Ia memerintah negara yang kecil dan kacau hingga tahun 1031 M. Sesudah itu wilayah Spanyol dikuasai oleh kerajaan – kerajaan kecil tersebut hingga tahun 1086 M. Pada tahun itu Dinasti Murabitun datang datang Maroko dan meneruskan kekuasaan Islam di sana. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Bani Umayyah dalam sejarah pemerintahan Islam.
D. Kemajuan Ilmu dan Kebudayaan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam pada masa Bani Umayyah dimulai dengan adanya penerjemahan buku – buku tentang astronomi, kedokteran, dan kimia pada masa Khalifah Abdul Malik.
Di seberang lautan, kemajuan itu dimulai pada masa Abdurrahman ad-Dakhil di Spanyol. Ia mulai membangun masjid – masjid di Kordoba dan kota – kota lain. Kemajuan ini berlanjut pada masa pemerintahan Abdurrahman al-Ausat yang merupakan pecinta ilmu dan filsafat. Usahanya mengembangkan ilmu dilanjutkan oleh Abdurrahman an-Nasir. Ia mendirikan Universitas Kordoba yang memiliki perpustakaan dengan koleksi ratusan ribu buku.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada masa itu dapat dibagi dalam beberapa bidang berikut ini.
1. Ilmu Pengetahuan Umum
a. Khalid bin Yazid bin Mu‘awiyah
Beliau adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tentang astronomi, kedokteran, dan kimia. Di samping itu Khalid bin Yazid merupakan seorang penyair dan orator yang terkenal.
b. Sibawah
Beliau adalah seorang ilmuwan bahasa yang menyusun kaidah – kaidah bahasa Arab. Kaidah – kaidah itu tersusun dalam bukunya yang berjudul al-Kitab.
c. Ibnu al-Muqaffa
Sebelum masuk Islam namanya Abu Amr. Beliau banyak menerjemahkan buku – buku dari India dan Persia. Karyanya yang termasyhur adalah Kalilah wa Dimnah.
2. Ilmu Pengetahuan Agama
Dalam bidang ini, muncul tokoh yang terkenal, seperti Ibnu Hazm (994-1064 M) di Kordoba. Bukunya yang terkenal adalah Risālah fi Fadā’il Ahl al-Andalus (risalah tentang keistimewaan orang Andalus). Ulama – ulama lain yang muncul, di antaranya, adalah Hasan al-Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, dan Wasil bin Ata.
Takrif
Andalusia adalah sebuah wilayah yang sekarang meliputi tujuh propinsi di bagian selatan negara Spanyol. Tujuh propinsi itu adalah Almeria, Cadiz, Kordoba, Granada, Huelva, Jaen, Malaga, dan Sevilla.
Takrif
Gibraltar adalah nama sebuah bukit karang di selatan Spanyol yang berasal dari kata Arab Jabal Tariq. Bukit itu merupakan tempat pendaratan pasukan Islam yang dipimpin Tariq bin Ziyad untuk pertama kalinya di Spanyol. Gibraltar juga digunakan sebagai nama selat di mana Tariq bin Ziyad menyeberang.
3. Seni dan Kebudayaan
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bidang seni terutama kesusastraan juga mulai berkembang. Pada masa ini muncul sastrawan – sastrawan Arab yang terkenal. Sastrawan – sastrawan itu, diantaranya, adalah Jamil al-Uzri (wafat 701 M), al-Akhtal (wafat 710 M), Umar bin Abu Rabi’ah (wafat 719 M), al-Farzdaq (wafat 732 M), Qays bin Mulawwah, yang terkenal dengan nama Laila Majnun (wafat 699 M), dan Jarir (wafat 792 M).
Demikianlah perkembangan ilmu pengertahuan pada masa Bani Umayyah. Munculnya tokoh – tokoh di atas menjadi bukti perkembangan itu. Ilmu – ilmu yang muncul dan berkembang pada waktu itu memberikan sumbangan yang sangat besar hingga kini.
Ikhtisar
1. Bani Umayyah berkuasa dalam dua periode. Periode pertama, pusat kekuasaan berada di Damaskus, Suriah, dan berlangsung selama 90 tahun. Adapun pada periode kedua, pusat kekuasaan berada di Kordoba, Spanyol, dan berlangsung selama 275 tahun.
2. Ilmuwan – ilmuwan yang terkenal pada masa Bani Umayyah adalah Khalid bin Yazid, Sibawaih, Ibnu Bajjah, Ibnu al-Muqaffa, dan Ibnu Rusyd.
3. Ulama – ulama yang terkenal pada masa Bani Umayyah adalah Ibnu Hazm, Hasan al-Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, dan Wasil bin Ata.
4. Sastrawan – sastrawan yang terkenal pada masa Bani Umayyah adalah Jamil al-Uzri, al-Akhtal, Umar bin Abu Rabi‘ah, al-Farazdaq, Qays bin Mulawwah, dan Jarir.
Integrasi Budi Pekerti
Seseorang yang menjadi tangan kanan seorang yang berkuasa, seperti raja atau sultan, kadang – kadang lebih berpengaruh dibanding raja atau sultan itu sendiri dalam menjalankan roda pemerintahannya. Oleh karena itu, seorang raja atau sultan yang berhasil biasanya memiliki pendamping yang baik. Apabila kita mencermati dalam sejarah, tentu kita akan mendapatkan hal itu.
Pada akhir masa pemerintan Khulafaur-rasyidin, terjadi perpecahan antara Ali bin Abi Talib dan Mu‘awiyah bin Abu Sufyan. Setelah Ali bin Abi Talib meninggal, Hasan bin Ali meneruskan pemerintah ayahnya. Karena menginginkan kedamaian di kalangan umat Islam, Hasan bin Ali menyerahkan pemerintahan kepada Mu‘awiyah bin Abu Sufyan. Usaha itu berhasil membuat suasana umat Islam lebih tenang dan bergairah kembali.
Setelah Mu‘awiyah bin Abu Sufyan menggal dunia, jabatan khalifah diserahkan kepada putranya, Yazid bin Mu‘awiyah. Sejak saat itu sistem pemerintahan Islam bergesert ke sistem monarki. Hal itu tidak sesuai dengan sistem yang diajarkan Islam, yaitu pemerintahan yang berdasarkan musyawarah (kesepakatan bersama).
Pada tahun 60 H, saudara Hasan, yaitu Husein bin Ali, berangkat ke Irak bersama keluarganya karena menganggap keadaan politik telah normal dan damai. Namun, rupanya terdapat kelompok yang memfitnah Husein bin Ali. Mereka melaporkan kepada Yazid bin Ali sedang menggerakkan tentara untuk menyerang khalifah.
Mendengar laporan seperti itu, Yazid bin Mu‘awiyah memerintahkan Gubernur Irak dan Iran, Abdullah bin Zayad untuk memantau desas – desus itu. Abdullah bin Zayad menggerakkan 2000 tentara di bawah pimpinan al-Hurr bin Yazid at-Tamimi.
Pada hari Jumat tanggal 10 Muharram tahun 61 H, Husein bin Ali dicegat di Karbala. Keluarga Husein bin Ali dibantai habis oleh al-Hurr bin Yazidat at-Tamimi dan anak buahnya. Yang tersisa Cuma kaum perempuan dan anak – anak, diantaranya Ali Zainal Abidin. Husein bin Ali dipenggal kepalanya atas perintah Gubernur Abdullah bin Zayad. Kepalanya dikirim ke Damaskus.
Khalifah Yazid bin Mu‘awiyah pada saat mengetahui bahwa Husein bin Ali telah dipenggal kepalanya menangis tersedu – sedu. Ia meratap, “Terkutuklah Abdullah bin Zayad! Aku tidak pernah menghendaki kekjaman semacam ini. Seandainya aku berada di sana pasti akan kuhalangi dia jika perlu dengan pedangku. “Yazid bin Mu‘awiyah kemudian memerintahkan agar kepala Husein bin Ali diantarkan ke Madinah beserta jenazah keluarga dan anknya dengan upacara kehormatan. Tubuh Husein bin Ali dimakamkan di Karbala sementara kepalanya dikubur di Madinah bersebelahan dengan makam ayah dan ibunya.
(Dikutip dan disunting dari buku 30 Kisah Teladan Jilid 3, CV Rosda, Bandung tahun 1988).
Latihan
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang paling benar !
1. Sistem pemerintahan pada masa Bani Umayyah adalah ….
a. demokrasi d. oligarki
b. monarki e. Aristokrasi
c. tirani
2. Pendiri kekahlifahan Bani Umayyah adalah ….
a. Ali bin Abi Talib d. Tariq bin Ziyad
b. Mu‘awiyah bin Abu Sufyan e. Abdurrahman ad-Dakhil
c. Umar bin Abdul Aziz
3. Berikut ini beberapa kemajuan yang dicapai pada masa pemerintahan Bani Umayyah, kecuali ….
a. perluasan wilayah Islam d. penemuan pembuatan kapal selam
b. penemuan ilmu geografi e. Penemuan arsitektur
c. penemuan ilmu strategi perang
4. Kerajaan Islam Andalusia (Spanyol) yang didirikan oleh keturunan Bani Umayyah beribukota di ….
a. Granada d. Toledo
b. Kordoba e. Gibraltar
c. Andalusia
5. Berikut ini beberapa peninggalan sejarah sebagai bukti kemajuan Kerajaan Islam Andalusia, kecuali ….
a. Masjid Kordoba d. Istana Seribu Satu Malam
b. Istana al-Hambra e. Universitas Kordoba
c. Istana az-Zahra
6. Perang yang diikuti Mu‘awiyah bin Abu Sufyan sebagai awal keterlibatannya dalam Islam adalah ….
a. Perang Siffin d. Perang Jamal
b. Perang Salib e. Perang Yarmuk
c. Perang Riddah
7. Peristiwa amul jama’ah adalah peristiwa penyatuan umat Islam yang ditandai dengan perjanjian damai antara Mu‘awiyah bin Abu Sufyan dan ….
a. Husein bin Ali d. Talhah bin Ubaidillah
b. Abdullah bin Ali e. Hasan bin Ali
c. Aisyah
8. Pendiri pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol adalah ….
a. Abdurrahman ad-Dakhil d. Abdurrahman al-Muntasir
b. Abdurrahman al-Ausat e. Abdurrahman al-Mansur
c. Abdurrahman an-Nasir
9. Seorang ilmuwan yang menyusun buku tentang kaidah bahasa Arab pada masa Bani Umayyah adalah ….
a. Ibnu Maskawaih d. Ibnu Rusyd
b. Ibnu al-Muqaffa e. Qays bin Mulawwah
c. Sibawaih
10. Buku yang termasyur berjudul Kalilah wa Dimnah merupakan buah karya ….
a. Ibnu Maskawaih d. Ibnu Rusyd
b. Ibnu al-Muqaffa e. Jamil al-Uzri
c. Sibawaih
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1) Sektor apakah yang dipegang oleh Bani Umayyah dalam masyarakat Mekah sebelum dan pada saat datangnya Islam ?
2) Pada masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, Bani Umayyah merasa bahwa kelasnya berada di bawah kaun Ansar dan Muhajirin. Apa yang menyebabkannya ?
3) Kebijakan apakah yang diambil oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk memajukan Islam pada waktu itu ?
4) Pada masa pemerintahan siapakah Bani Umayyah mencapai kejayaannya di Spanyol ? Sebutkan juga usaha – usaha yang dilaksanakannya !
5) Sebutkanlah tiga ilmuwan termasyhur yang muncul pada masa Bani Umayyah beserta bidang ilmu yang digelutinya !
Lembar Portofolio
1) Ceritakanlah secara singkat sejarah keluarga Bani Umayyah serta peranannya dalam masyarakat Mekah ?
2) Terangkan secara singkat apa yang dimaksud dengan peristiwa amul jama’ah serta apa yang menyebabkannya ?
3) Faktor – faktor apa yang menyebabkan runtuhnya pemerintahan Bani Umayyah di Damaskus ?
4) Mengapa Bani Umayyah berhasil mendirikan pemerintahan baru di Spanyol setelah runtuhnya pemerintahan di Damaskus !
5) Diskusikan dengan teman – temanmu ! Sikap apa yang diharapkan muncul sebagai hikmah
Hikmah
Barang siapa menghendaki (kebahagiaan) dunia, ia harus mencarinya dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, ia harus mencarinya dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya, ia harus mencarinya dengan ilmu.